Nasib ASN Saat Pandemi, Millennial Masih Mau Jadi ASN?

Bagi sebagian orang, berprofesi menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) seolah menjadi idaman. Bagaimana tidak, pendapatan yang stabil, jaminan masa pensiun sampai resiko kecil terkena pemecatan menjadi alasan mereka yang ingin hidup nyaman dan terjamin.

Bahkan, nasib para PNS selama pandemi virus corona ini dianggap lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang bekerja di sektor swasta. Hal tersebut karena mereka masih mendapatkan gaji serta tunjangan walaupun besarannya berkurang. Para PNS juga tidak akan merasa khawatir dengan risiko PHK dari tempat mereka bekerja.

Akan tetapi, meski mendapatkan cukup kenyamanan di tengah pandemi corona ini, mereka tidak serta merta bisa hidup enak semaunya sendiri. Ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh para PNS seperti yang tertera pada penjelasan di bawah ini.

1. PNS beserta keluarganya dilarang mudik

Larangan mudik serta cuti saat wabah Covid-19 masih melanda Indonesia telah ditegaskan oleh Kementerian dan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Nah, aturan ini dibuat untuk mengurangi tingkat penyebaran dari virus corona yang disebabkan karena adanya mobilitas penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya.

Larangan ini telah dicantumkan dalam Surat Edaran Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Birokrasi No. 46 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti Bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Covid-19.

2. PNS dilarang mengambil cuti

Peraturan ini telah tertera pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 46/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Upaya Pencegahan Covid-19.

Asisten Deputi Integritas dan Evaluasi Sistem Merit Kementerian PANRB, Bambang Dayanto Sumarsono mengungkapkan, “ASN dilarang mengajukan cuti dan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) tidak boleh memberikan cuti bagi ASN, namun ada beberapa pengecualian.”

Cuti dapat diberikan jika ada situasi tertentu seperti sakit, melahirkan dan cuti karena alasan penting seperti ada keluarga inti atau PNS yang sakit atau meninggal dunia.

3. PNS wajib melakukan share lock 3 kali sehari

Share lock dilakukan sebanyak 3 kali sehari yaitu pada pagi, siang dan sore hari. Adapun bagi para ASN yang terkendala sinyal internet, bisa memberikan kabar keberadaannya melalui SMS ataupun cara manual lainnya.

4. Tidak ada kenaikan tukin

Untuk menangani masalah pandemi ini, pemerintah harus memangkas nilai belanja pegawai sebesar Rp 3,4 triliun sehingga hal tersebut membuat para ASN beserta TNI dan Polri tidak akan mendapatkan kenaikan tunjangan kinerja (tukin) seperti yang sudah dipastikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

5. THR berkurang

Untuk Tunjangan Hari Raya (THR) para ASN, TNI dan Polri dipastikan akan dibayar sesuai waktu yang telah ditentukan. Akan tetapi, pencairan dari THR ini banyak berlaku untuk mereka yang memiliki jabatan setara dengan eselon III ke bawah.

6. Work From Home

Kebijakan tentang WFH bagi para ASN diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB No. 50/2020 tentang Perubahan Kedua atas Surat Edaran Menteri PANRB No. 19/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah. ‘

Dengan adanya pemberlakuan tersebut membuat Kemenpan RB memperpanjang masa Work From Home atau kerja dari rumah selama 14 hari kerja hingga 13 Mei 2020.

Meski kehidupan para ASN tersebut cukup terjamin di tengah pandemi global yang satu ini, namun ada beberapa peraturan yang harus mereka taati dengan baik. Jika dilanggar, tentunya ada sanksi tegas yang siap menertibkan para ASN tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *