PHK Akibat Pandemi yang Menimbulkan Keresahan Di Tengah Masyarakat

Pandemi corona virus yang mewabah di berbagai belahan dunia menimbulkan paranoia bagi masyarakat umum. Bagaimana tidak, SARS-CoV-2 merupakan sebuah virus yang dapat menyebar dengan mudahnya. Bahkan, sudah ada lebih dari 2,3 juta kasus covid-19 di seluruh dunia.

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa wabah tersebut memiliki dampak yang sangat besar terhadap sektor perekonomian dunia. Alhasil, tidak sedikit perusahaan yang terpaksa mem-PHK karyawannya.

Alhasil, PHK akibat pandemi pun sudah terjadi dimana-mana. Seperti pada video yang sempat viral beberapa waktu lalu, dimana video tersebut berisi tentang para pegawai Ramayana yang saling berpelukan sembari menangis karena harus di-PHK dari tempat mereka bekerja.

Memilukan memang, apalagi saat ini sekitar ada 1,9 juta orang kehilangan pekerjaan akibat adanya pandemi tersebut. Tentu saja, kejadian ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan, Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara adidaya pun seakan tak kuasa untuk melawan wabah virus dari Wuhan tersebut.

Sampai saat ini, keadaan ekonomi yang ada di berbagai negara merosot tajam. Kebijakan pemerintah mulai dari physical distancing hingga lockdown menimbulkan keresahan bagi para pelaku bisnis. Tak hanya mereka para pedagang kecil saja, mereka para pengusaha besar pun terancam gulung tikar akibat adanya pandemi yang terus menyebar dengan korban yang semakin banyak berjatuhan.

Selain Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ada juga sebagian karyawan yang dirumahkan, bekerja sebagian atau pemotongan gaji. Bagi sebagian besar para pekerja, hal tersebut tentu menjadi sebuah kekhawatiran, terlebih mereka juga harus memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Tidak adanya pemasukan menjadi masalah yang cukup rumit di tengah mewabahnya virus yang satu ini. Namun, untuk menanggulangi masalah PHK akibat pandemi, pemerintah menggunakan Kartu Prakerja untuk membantu mereka yang terkena PHK atau belum mendapatkan pekerjaan karena wabah covid-19 ini.

Awalnya, Kartu Prakerja digunakan sebagai program pelatihan vokasi untuk bisa meningkatkan kompetensi. Namun, karena adanya wabah covid-19 yang semakin meluas, akhirnya skema dari Kartu Prakerja tersebut pun diubah, tak hanya ada pelatihan namun juga ada insentifnya.

Dengan adanya Kartu Prakerja tersebut, para karyawan yang ter-PHK atau dirumahkan diharapkan bisa memanfaatkan kartu yang satu ini. Apalagi, pemberian insentif akan diberikan secara tunai. Dilansir dalam lama Prakerja, ada 2 macam insentif yakni:

  • Insentif Pelatihan dengan besaran untuk anggaran tahun 2020 ialah Rp 600.000/bulan (selama 4 bulan)
  • Insentif Survei Keberkerjaan dengan besaran untuk anggaran tahun 2020 ialah Rp 50.000/survei (aka nada 3 survei)

Bagi mereka yang memegang kartu ini akan mendapatkan bantuan sekali seumur hidup. Tak hanya itu, bahkan mereka juga akan mendapat biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta dalam bentuk saldo. Saldo tersebut bisa digunakan berkali-kali untuk mengikuti pelatihan di Prakerja hingga saldonya habis.

PHK akibat pandemi memang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Bahkan, saat ini ada sebagian orang yang merasa khawatir akan di-PHK oleh perusahaan mereka karena wabah yang semakin meluas dengan jumlah korban yang semakin banyak.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah memanfaatkan Kartu Prakerja bagi mereka yang dirumahkan atau mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Diharapkan, dengan adanya program tersebut dapat membantu mereka yang harus kehilangan pekerjaan karena adanya pandemi virus corona ini.

Jadi, jika Anda merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang di-PHK, mungkin Anda bisa langsung memanfaatkan kartu tersebut untuk menghidupkan kembali perekonomian keluarga Anda.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *